Peneliti Korsel Ungkap Dampak Psikologis Kecanduan Ponsel
Peneliti Korsel Ungkap Dampak Psikologis Kecanduan Ponsel
Peneliti dari Kyungil University, Eunyong Koh, mengungkapkan efek
psikologis negatif terhadap orang-orang yang kerap menggunakan ponsel
secara berlebih. Pecandu ponsel pintar berpotensi kuat mengidap gangguan
kepribadian menghindar atau Avoidant Personality Disorder.
Bahkan,
kata dia, orang yang sangat terikat dengan ponsel pintarnya
kadang-kadang digambarkan sebagai 'fobia komitmen'. Mereka selalu
mencoba menghindari keintiman dan cenderung tidak mempercayai orang
lain.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
"Penggunaan ponsel pintar melonjak, kekhawatiran tentang ponsel
pintar akan digunakan secara berlebihan dan kecanduan pun telah
meningkat. Kami memutuskan untuk meneliti keterkaitan penggunaan ponsel
pintar dengan gangguan avoidant," kata Koh seperti dilansir PsyPos, Senin (30/4).
Koh menyampaikan, dia telah melakukan studi terhadap 376 mahasiswa di Universitas Korea, dan menemukan bahwa gangguan avoidant
secara tidak langsung terkait dengan kecanduan ponsel pintar. Orang
dengan tingkat keterikatan yang lebih tinggi, kata dia, cenderung
memiliki harga diri yang rendah dan lebih banyak cemas.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare
"Dalam
hal ini, yang harus kita sadari bukan hanya perilaku penggunaan ponsel
pintar. Temuan menegaskan bahwa faktor psikologis seperti harga diri,
kecemasan, dan penghindaran keterikatan harus dikelola untuk melawan
kecanduan ponsel pintar," kata dia.
Kendati begitu,
dia mengaku penelitiannya yang berjudul "Keterikatan avoidant dan
kecanduan smartphone pada mahasiswa: Efek mediasi dari kecemasan dan
harga diri" tersebut masih memiliki banyak keterbatasan. Oleh karena
itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi konsistensi
kesimpulan dengan mendiversifikasi kawasan, budaya, ras, dan lain-lain.
Apalagi
saat ini, usia rata-rata anak pertama kali mendapatkan ponsel semakin
muda. Sehingga perlu penyelidikin lebih mendalam, apakah mekanisme ini
dikonfirmasi pada usia yang lebih muda atau tidak.

Comments
Post a Comment