Grand Syeikh Al Azhar Tiba di Bandara Halim Malam Ini
Grand Syeikh Al Azhar Tiba di Bandara Halim Malam Ini
Grand Sheikh Al-Azhar, Mesir, Ahmed Muhammed Ahmed Eltayyeb akan
menghadiri kegiatan Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan
Cendekiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasathiyah di Novotel, Bogor,
Selasa (1/5) mendatang. Namun, Syeikh Al Azhar direncanakan akan datang
lebih dulu ke Indonesia pada Ahad malam (29/4).
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Syeikh Al Azhar akan tiba dengan pesawat khusus di Halim Perdana
Kusuma sekitar pukul 22.20 WIB. Kedatangannya akan disambut langsung
oleh Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama
dan Peradaban (UKP-DKAAP) Prof Din Syamsuddin.
"Iya, barusan dapat kabar lagi jadi pukul 22.20 WIB. Mudah-mudahan nggak berubah lagi ya," ujarnya.
Sebelumnya, Din Syamsuddin mengatakan di dalam KTT tersebut tokoh
ulama dan cendikiawan akan membahas mengenai Islam Wasatiyyah. Hal yang
dibahas,mulai dari tataran konsepsi, implementasinya dari masa ke masa
sejak zaman Nabi Muhammad, dan pengalaman Indonesia mengimplementasikan
Islam Wasatiyyah, juga tantangan dan peluang Islam Wasatiyyah dalam
peradaban global.
Baca juga info : kursus bahasa
inggris di pare
Kegiatan ini akan dihadiri 100 tokoh, di
antaranya 50 tokoh ulama dan cendekiawan dari berbagai negara, termasuk
Grand Sheikh Al-Azhar, Mesir, Ahmed Muhammed Ahmed Eltayyeb. Kehadiran
para ulama dan cendekiawan dunia itu dapat menjadi peluang mempromosikan
konsep Islam Wasatiyyah yang berkembang di Indonesia.
"Optimistis konsep Islam Wasatiyyah ala Indonesia dapat menjadi model di dunia untuk menyelesaikan permasalahan global," kata Din.
Tokoh ulama dan cendekiawan yang akan hadir, di antaranya berasal dari Uni
Emirat Arab, Kuwait, Lebanon, Suriah, Aljazair, Singapura, Filipina,
India, Bangladesh, Cina, Australia, Prancis dan Kanada. Kemudian dari
Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Jepang, Thailand, Malaysia, Arab
Saudi, Uzbekistan, Inggris dan Rusia. Kemudian dari Iran, Timor Leste,
Sri Lanka, Palestina, Italia, Bosnia-Herzegovina dan Yordania.

Comments
Post a Comment